百科

RPLN Naik Jadi 35%, BI Dorong Pendanaan Bank Lebih Kompetitif

字号+ 作者:quickq电脑版更新后没网 来源:休闲 2025-05-27 07:30:57 我要评论(0)

Warta Ekonomi, Jakarta - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) quickq官网下载苹果版

Warta Ekonomi,quickq官网下载苹果版 Jakarta -

Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) menjadi 35% dari sebelumnya 30%. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2025.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro menjelaskan, peningkatan RPLN bertujuan membuka akses pendanaan yang lebih luas bagi perbankan serta menurunkan biaya dana (cost of fund/CoF). 

RPLN Naik Jadi 35%, BI Dorong Pendanaan Bank Lebih Kompetitif

RPLN Naik Jadi 35%, BI Dorong Pendanaan Bank Lebih Kompetitif

“Dengan RPLN ini, pasti sumber funding-nya terbuka. Kemudian, pasti akan menurunkan cost of fund, karena lebih kompetitif daripada special ratedari SSB (surat-surat berharga), sehingga kredit suku bunganya turun, pertumbuhan kredit meningkat dan ini mendukung ekonomi,” ujar Solikin dalam Taklimat Media di Gedung Thamrin, Kantor BI, Jakarta, Senin (26/5/2025).

RPLN Naik Jadi 35%, BI Dorong Pendanaan Bank Lebih Kompetitif

Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Makin Menggunung, Tembus US$430,4 Miliar

RPLN Naik Jadi 35%, BI Dorong Pendanaan Bank Lebih Kompetitif

RPLN merupakan instrumen makroprudensial kontrasiklikal yang mengatur batas maksimum kewajiban luar negeri jangka pendek bank terhadap modal. BI sebelumnya menetapkan batasan RPLN sebesar 30%, dengan ruang penyesuaian melalui parameter kontrasiklikal. Kenaikan 5% kali ini berasal dari penambahan parameter kontrasiklikal positif.

Solikin menambahkan, pengetatan likuiditas saat ini membuat persaingan antarbank dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK), khususnya dana murah (current account saving account/CASA), semakin ketat. Kondisi ini mendorong bank menawarkan special ratetinggi, yang pada akhirnya meningkatkan biaya dana dan suku bunga kredit.

Baca Juga: BI Pangkas Suku Bunga, Dampak ke Pertumbuhan Ekonomi Baru Terasa Tahun Depan

“Kalau cost of fundnaik, berarti suku bunga kredit naik, lalu penyaluran kredit akan turun, itu tidak boleh. Kalau sudah begitu, nanti supportuntuk pembiayaan pembangunan berkurang,” tambahnya.

Selain kebijakan RPLN, BI juga melonggarkan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM). Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan, PLM untuk bank umum konvensional diturunkan dari 5% menjadi 4%, sementara untuk bank syariah dari 3,5% menjadi 2,5%. Kebijakan ini juga berlaku efektif pada Juni 2025.

"Inilah sekaligus insentif dan dukungan kepada perbankan kita untuk salurkan kredit," kata Perry, Rabu (21/5/2025).

Penurunan PLM ini diharapkan memberi fleksibilitas lebih besar bagi sektor perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif, guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

1.本站遵循行业规范,任何转载的稿件都会明确标注作者和来源;2.本站的原创文章,请转载时务必注明文章作者和来源,不尊重原创的行为我们将追究责任;3.作者投稿可能会经我们编辑修改或补充。

相关文章
  • Berapa Jumlah Kalori di Balik Nikmat 'Kriuk' Kerupuk?

    Berapa Jumlah Kalori di Balik Nikmat 'Kriuk' Kerupuk?

    2025-05-27 06:51

  • Jadi Saksi Sidang, Penyelidik KPK Yakin Hasto Aktor Intelektual

    Jadi Saksi Sidang, Penyelidik KPK Yakin Hasto Aktor Intelektual

    2025-05-27 06:48

  • Korea Selatan Sebut Tak Mudah Membujuk Trump, Beragam Isu Dibawa

    Korea Selatan Sebut Tak Mudah Membujuk Trump, Beragam Isu Dibawa

    2025-05-27 06:11

  • Beijing Menutup Telinga, Uni Eropa Siap Lawan Potensi Banjir Komoditas China

    Beijing Menutup Telinga, Uni Eropa Siap Lawan Potensi Banjir Komoditas China

    2025-05-27 05:12

网友点评